Seminar KPI Movie Angkat Eksplorasi Film Dokumenter Berbasis Kebudayaan Melayu

Seminar KPI Movie Angkat Eksplorasi Film Dokumenter Berbasis Kebudayaan Melayu

Bintan – Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar KPI Movie bertema “Eksplore Film Dokumenter Berbasis Kebudayaan Melayu” pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula TK Pembina 2 Kilometer 14 ini diikuti oleh mahasiswa dan masyarakat yang memiliki minat terhadap dunia perfilman dokumenter, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian budaya Melayu.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai proses produksi film dokumenter sekaligus memperkenalkan pentingnya dokumentasi budaya Melayu melalui media film. Seminar juga menjadi wadah diskusi bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang teknik dan makna dalam pembuatan film dokumenter.

Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Aisyatulhumaira Zainatuttuqa Alzamri. Selanjutnya, Ketua Panitia Pelaksana, Pijar Dwi Lentera, menyampaikan sambutan sekaligus laporan kegiatan. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KPI dalam mengembangkan kreativitas di bidang perfilman yang berbasis nilai-nilai budaya lokal.

Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Umum HMPS KPI, Alif Tegar Ari Pratama, yang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana belajar dan mengembangkan kompetensi. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum Senat Mahasiswa, Naim Furqan, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Rangkaian sambutan dilanjutkan oleh DKM Masjid Nurusya’adah, Rahman Setiawan Harahap, yang menyampaikan dukungan terhadap kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Program Studi KPI. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya film dokumenter sebagai media komunikasi yang mampu merekam dan melestarikan warisan budaya Melayu untuk generasi mendatang.

Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Bagas Gunawan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh panitia, pemateri, dan peserta.

Memasuki sesi utama, Seminar KPI Movie dipandu oleh moderator Meilis Nuril Wafa. Kegiatan diawali dengan pemutaran film dokumenter berjudul “Kondisi Pulau Penyengat Dikala Pandemi” yang dipantik langsung oleh sutradaranya, Luthfi Kurniawan. Film tersebut menggambarkan kondisi sosial dan kehidupan masyarakat Pulau Penyengat selama masa pandemi serta dampaknya terhadap aktivitas budaya dan pariwisata di kawasan tersebut.

Usai pemutaran film, peserta mendapatkan materi mengenai komposisi dan teknik lapangan dalam film dokumenter yang disampaikan oleh Bapak Iwan Koswara. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai teknik pengambilan gambar, penyusunan komposisi visual, serta strategi pengumpulan data di lapangan untuk menghasilkan film dokumenter yang berkualitas.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Nova Dwiyanti yang membahas tentang makna dan pesan yang terkandung dalam film dokumenter. Ia menjelaskan bahwa film dokumenter tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, refleksi sosial, dan pelestarian budaya yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi dengan para narasumber mengenai proses kreatif dan tantangan dalam produksi film dokumenter berbasis budaya Melayu.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menutup kegiatan dengan pemberian cenderamata dan bingkisan kepada para pemateri. Seminar KPI Movie ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan menghasilkan film-film dokumenter yang mampu mengangkat serta melestarikan kekayaan budaya Melayu di tengah perkembangan media modern.klik ini untuk melihat kegiatan.(PR KPI).


Mahasiswa KPI