Transformasi Digital dan Globalisasi: Prodi KPI STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Perkuat Kompetensi Mahasiswa Melalui Workshop Internasional

BINTAN – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang mendisrupsi berbagai sektor kehidupan, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau mengambil langkah proaktif. Pada Jumat, 23 Mei 2025, Prodi KPI sukses menyelenggarakan agenda prestisius bertajuk Workshop International Digital Preneurship Communication.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Internasional 2, Gedung Kuliah Terpadu STAIN Kepri ini mengusung tema besar: “Manfaatkan Teknologi: Membangun Karier dengan Digitalisasi”. Acara ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan industri kreatif dan kewirausahaan digital yang semakin kompetitif, sekaligus sebagai upaya mempererat hubungan akademik internasional. Kegiatan itu juga sebagai bentuk realisasi kerjasama international antara Program Studi KPI dengan Kelab pidato Perdana Antarabangsa (KEPENTAS) dari malaysia.

Menghadirkan Pakar Internasional
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, panitia menghadirkan dua pakar komunikasi digital dari mancanegara, yaitu Fadzly Johar dan Nik Mohd Ridhauddin. Dalam paparannya, kedua narasumber menekankan bahwa era digital bukan sekadar tentang menggunakan gadget, melainkan tentang bagaimana membangun ekosistem karier yang berkelanjutan.

Fadzly Johar mengupas tuntas mengenai strategi pemanfaatan media sosial secara produktif. Menurutnya, konten bukan hanya tentang hiburan, melainkan aset digital yang bisa dikonversi menjadi peluang bisnis (digital preneurship). Sementara itu, Nik Mohd Ridhauddin menyoroti pentingnya literasi digital sebagai pondasi utama wirausaha modern. Ia menekankan bahwa pengusaha di era sekarang harus mampu membaca data digital dan beradaptasi dengan algoritma yang terus berubah agar tetap relevan di pasar global.

Ketua Program Studi KPI sekaligus Pembina Himpunan Mahasiswa KPI, Afna Fitriasari, M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-langitnya kepada seluruh jajaran panitia, khususnya kepada Kabinet Cerdas yang dikomandoi oleh Siti Juariah. Kerja keras dan kolaborasi lintas sektoral yang ditunjukkan mahasiswa menjadi bukti bahwa Prodi KPI memiliki sumber daya manusia yang tangguh.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial saja. Saya ingin mahasiswa menyerap setiap tetes ilmu sebagai bekal membangun masa depan. Di era digital, kreativitas adalah mata uang baru, dan workshop ini adalah sarana untuk mencetaknya,” ujar Afna Fitriasari dengan penuh semangat.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Plh. Ketua STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si. Dalam pidato pembukaannya, beliau memberikan wejangan mendalam mengenai filosofi komunikasi digital. Beliau mengajak mahasiswa untuk menerapkan prinsip komunikasi yang efisien, akurat, dan tepat sasaran.

“Gunakanlah teknologi untuk membangun peradaban. Jangan biarkan teknologi hanya menjadi sarana hiburan yang melalaikan. Sebagai mahasiswa KPI, kalian memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan narasi positif dan mengaplikasikan prinsip-prinsip komunikasi Islam dalam dunia digital yang tanpa batas ini,” pesan Dr. Almahfuz.

Workshop ini merupakan salah satu dari rangkaian panjang upaya Prodi KPI STAIN Kepri untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis (hard skill) dan wawasan global (soft skill). Dengan status keanggotaan di ASKOPIS yang kuat, Prodi KPI terus berkomitmen untuk menghadirkan kurikulum dan kegiatan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja modern.

Melalui Digital Preneurship Communication, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton di era digital, tetapi menjadi aktor utama yang mampu menciptakan peluang kerja baru, menjadi jurnalis penyiaran yang handal, serta pengusaha digital yang berintegritas. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta yang bercita-cita menjadi pilar utama komunikasi penyiaran Islam di masa depan.


KPI Admin